A Journey to Infinity

Sasa Esa Agustiana's Blog

Tampilkan postingan dengan label ajal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ajal. Tampilkan semua postingan

Bahagia itu ada,...bila....?!


Bahagia itu ada,...bila....?!

Bilakah kau ...
diliputi rasa bahagia?

Hmmm...
jawabanmu.. pasti berbeda-beda..
mungkin ada yang bilang..
apabila aku terbebas ...dari rasa tertindas...
apabila aku tak bimbang ragu ... ditinggal pergi..
apabila aku memiliki singgasana... bak sang raja..
apapun yang kumau tesedia..
tahta,harta dan wanita..

Sesungguhnya... arti bahagia tak serumit itu..
Sudah cukup bila kamu tak takut..
kepada yang menindasmu..
dan tak peduli apabila ditinggal pergi..
sebab kau selalu menerima rizkiNya.. yang telah kau nikmati di hari ini...

kau selalu bahagia...
karena kamu tetap bebas merdeka..
menjadi tuan bagi dirimu sendiri..
kau terbebas dari aniaya..
kau terbebas dari menghamba harta,tahta dan wanita..
kau punya segalanya..!!!

karena dia dan kamu sama, hanya manusia biasa..
sama2 bernyawa..
dan ada batas masanya berjaya..
akan kembali keti2k semula..
berpulang kepadaNya..

dengan cara yang berbeda-beda..
apakah kamu bersyukur?
atau kufur kepadaNya?

(Q.S. 27:40)

Rasulullah saw. bersabda,"Siapa yang merasa aman jiwanya,
sehat afiat badannya, memiliki pula kebutuhan hidupnya untuk hari ini,
maka dia bagaikan telah memiliki dunia dengan segala isinya." (H.R. Tirmidzi)

(By Sasa)

Hmm....Yuk Bersiap2 Setiap Saat...(Selamat tinggal dunia !)


Gempa berkali-kali melanda Indonesia belakangan ini dalam waktu yang relatif dekat. Berawal di Tasikmalaya, Yogyakarta, Aceh, Nusa Tenggara Barat, Toli-Toli, Bengkulu dan disusul Padang, dengan kekuatan bervariasi. Mengapa gempa sering mampir?

"Indonesia ini kan wiayah pertemuan tektonik besar yaitu tempat pertemuan lempengan Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik yang bertemu di Laut Banda. Tempat pertemuan antarlempeng di sekitar itu berpotensi melepaskan energi yang kita sebut sebagai gempa," ujar Kepala Balai Besar II BMKG yang membawahi Jawa, Sulawesi, Sumatera, dan Kalimantan, Suhardjono, ketika berbincang dengan detikcom, Rabu (9/9/2009) pukul 09.00 WIB.

Suhardjono menuturkan, layaknya seperti bermain tarik tambang, maka jika salah satu tali putus maka yang lain akan mencari keseimbangan.

"Tempat pertemuan itu saling dorong-dorongan dan ketika terjadi pelepasan di satu lokasi, maka yang lain akan menuju ke keseimbangan yang baru dan akan bergerak terus sehingga berpengaruh ke pertemuan lempeng yang lain," jelasnya.

Pelepasan energi itu, lanjut Suhardjono, sebenarnya terjadi setiap hari. "Kalau secara alami, Tasikmalaya migrate ke titik lain, ke Yogya, Bengkulu, Aceh, dan lain-lain selama flat bergerak terus," ceritanya.

Inilah teman2, kutipan berita dari detikcom, Gempa Terjadi Menerus karena Lempeng Cari Keseimbangan, Rabu 9 Sept 2009.

hmm...kawan2 apa yang terlintas dalam pikiran dan perasaan?
Begitu dekaat kita dengan kematian....

pemaparan fakta2 di atas, analisa bahwa kita BERPIJAK di bumi yang demikian rawan?
insyaAllah, akan ada saat hal itu, TIBA2, menjadi kenyataan...!!
Yuk....Siapkan Diri, menghadapi kematian kita setiap saat....

Maha benar Allah dengan segala firmanNYa,

"Tatkala telah datang ajal,mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) memajukannya. " (Q.S. al-A'raaf :34)

"Dan tiada seorang pun yg dapat mengetahui (dgn pasti), apa yang akan dijalaninya besok. dan tiada seorangpun yg dapat mengetahui, di bumi mana ia akan mati." (Q.S. Luqman 34)

"Setiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan Sesungguhnya pada hari kiamat akan disempurnakan pahalamu. Siapa saja yg dijauhkan dri neraka dan dimasukkan surga, sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain, hanyalah KESENANGAN yang MEMPERDAYAKAN." (Q.S. Ali Imran : 185)

"Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi? Mereka menjawab: "kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakan kepada orang2 yg menghitung. "Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (dibumi) melainkan sebentar saja, kalu kamu sesungguhnya mengetahui." Maka apakah kamu mengira,bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kau tidak akan dikembalikan kepada Kami? (Q.S. Al-Mu'minuun: 112-115)

Dari Anas ra, ia berkata: Nabi saw. menggaris beberapa garis kemudian bersabda, "Ini adalah CITA2 manusia dan ini adalah AJALnya. Ketika ia sedang berusaha untuk mencapai cita2nya, TIBA2 datanglah garis yg lebih pendek, yaitu ajalnya." (H.R. Bukhari)

Dari Ibnu Mas'ud ra. ia berkata: Nabi saw. membuat GAMBAR 'Empat Persegi Panjang'. DiTENGAH2 di tarik satu 'GARIS SAMPAI KELUAR (persegi panjang)'. Kemudian beliau membuat GARIS PENDEK2 di DALAM persegi panjang, seraya bersabda: "Ini adalah (gambaran) Manusia", dan 'Empat Persegi Panjang yg mengelilingiya, adalah AJAL', 'garis yg keluar dari persegi panjang adalah CITA2nya', sedangakan 'garis yg pendek2 adalah HAMBATAN2nya.' Apabila ia dapat menghadapi hambatan yg satu, maka ia akan menghadapi hambatan yg lain. Dan apabila ia dapat mengatasi hambatan yg lain, maka ia akan mengahadapi hambatan lain lagi, (sampai ia mati). "(H.R. Bukhari)

Maka, semoga kita tak lalai dan merugikan diri sendiri, firmanNya mengingatkan,"Hai orang2 yg beriman,janganlah harta2mu dan anak2mu melalaikan kamu dari mengingat Allah, siapa saja yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang2 yg RUGI, dan belanjakanlah sebagian apa yg telah Kami berikan kpdmu, sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, lalu ia berkata: "Ya Rabbku,mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yg dekat, agar aku dapat besedekah dan aku termasuk orang2 yg shaleh?" Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan." (Q.S. Al-Munaafiqun:9-11),

"...Sungguh mereka telah MERUGIKAN DIRI MEREKA SENDIRI, dan telah hilang dari mereka apa2 yg mereka ada2kan itu. (Q.S 7:53)

Semoga tak ada penyesalan pada saat kita menghadapNya....
tapi penuh suka cita, karena...
menuju alam yang lebih baik dan kekal..
"Sesungguhnya orang2 yg beriman dan beramal shaleh, mereka itulah sebaik2 makhluk. Balasan mereka disisi Rabbnya adalah surga2 Adn yg mengalir sungai2 dibawahnya,mereka KEKAL didalamnya SELAMA2NYA, Allah Ridha terhadap mereka, dan mereka pun RIDHA kpdNya. Yang demikian itu, adalah untuk orang2 yg takut kepada RabbNya. (Q.S. 98: 7-8)
aamiin Ya Rabbal 'alamiin...^_^
wallahu'lam bishawwab. (by sasa esa agustiana)

Hari hari yang kan kita jelang....


Teh sa2,
Saya seorang calon ibu,
yang sedang mengandung anak kedua,
tahun lalu saya tidak bisa shaum ramadhan karena sedang hamil anak pertama dan telah membayar fidyah. Yang menjadi pertanyaan saya, bolehkan saya 3 tahun berturut-turut membayar fidyah? Karena mungkin, ramadhan tahun depan saya juga tidak dapat menjalankan ibadah shaum karena harus menyusui dua (2) orang anak ?
Bagaimanakah hukumnya orang yang membayar fidyah, apakah tetap harus mengganti shaumnya ? Terima kasih sebelumnya, teh Sasa.

Ibu, selamat ya atas kehamilan keduanya, semoga lancar dan sehat, saya akan mencoba jawab pertanyaan ibu seputar bagaimana kewajiban shaum bagi ibu yang sedang hamil dan menyusui, apakah shaum, qadha atau bayar fidyah? Lalu kapan dibayarnya?

Pertama-tama, kita ketahui bahwa Shaum Ramadahan adalah kewajiban setiap muslim yang bertaqwa, shaum tidak hanya melibatkan iman tapi juga juga melibatkan kondisi fisik yang bersangkutan. Maka, dimaklumi bahwa kondisi fisik setiap orang berbeda-beda.

Selanjutnya, Subhanallah, Allah memberikan rukhsah (keringanan) kepada orang-orang tertentu, untuk boleh meninggalkan shaum dan menggantinya dengan qadha atau fidyah. Orang hamil, termasuk salah satu kriteria orang yang tergolong diperbolehkan berbuka tapi wajib bayar fidyah.

Arti boleh berbuka dengan wajib bayar fidyah
Fidyah, artinya memberikan sejumlah makanan kepada fakir miskin sebesar yang biasa kita makan sehari-harinya. Kalau dalam satu hari kita makan sekitar Rp. 15.000, kita berikan sejumlah itu pula kepada fakir miskin. Apabila kita tidak shaum selama sebulan maka kalikan saja 30/31 hari dengan Rp. 15.000. Fidyah bisa dibayar per hari atau dijumlahlah total. Bisa dibayarkan langsung ke fakir miskinnya, atau dititip ke lembaga zakat.

“Dan bagi orang-orang yang berat mengerjakannya, kewajibannya adalah fidyah dengan memberi makan kepada seorang miskin.” (Q.S. Al-Baqarah 2: 184). Ayat tersebut tidak memerinci siapa yang dapat termasuk kriteria orang-orang yang berat mengerjakannya. Penjelasan detilnya ada dari H.R. Abu Daud, “Rukhsah (keringanan) bagi laki-laki maupun wanita yang lanjut usia (walaupun mereka sanggup shaum) untuk dapat berbuka dan memberi makan untuk setiap harinya orang yang miskin. Demikian pula yang hamil dan yang menyusui, jika mereka khawatir terhadap anaknya, boleh berbuka dan memberi makan (fidyah).”

Wajib berbuka, tapi ada kewajiban mengqadha shaum di hari lain, yaitu bagi ibu nifas, sebab wanita nifas setelah melahirkan, haram melakukan shalat dan shaum, “Bukankah jika perempuan haidh tidak shaum dan tidak shalat?” (H.R. Bukhari), “Kami mendapat haidh pada zaman Rasulullah saw. kemudian bersih. Maka beliau menyuruh kami menggqadha shaum dan tidak menyuruh kami mengqadha shalat.” (H.R. Nasa’i)

Sedangkan bagi ibu yang menyusui bisa dengan beragam cara, ia bisa membayar fidyah, bila bayi masih ASI (Air Susu Ibu ) eksklusif, karena ibu termasuk yang dianggap berat melaksanakan shaum, sebab kondisi fisik sedang menyusui anaknya dari sejak melahirkan sampai bayi umur 3 atau 6 bulan. Selanjutnya, apabila sang bayi sudah diatas 6 bulan ia mendapat makanan tambahan selain ASI, maka sang ibu bisa membayar qadha shaum di lain waktu.

Sunatullah, setiap kehamilan akan melalui 3 tahapanan,yaitu kehamilan, nifas, dan menyusui. Maka, sang ibu, bisa terkena fidyah ataukah qadha shaum? Lihat saja, kapan tiga peristiwa itu terjadinya berbarengan dikaitkan dengan kapan jatuhnya Ramadhan. Sehingga, bisa kita tentukan apakah ia terkena kewajiban harus fidyah atau qadha?

Maka, kewajiban ibu di tahun yang lalu ketika hamil anak pertama, sudah beres lunas dengan membayar fidyah, lalu kehamilan kedua pun bila bertepatan dengan Ramadhan lagi, maka bayar fidyah lagi,jadi tidak perlu mengqadha shaum. Apabila Ramadhan bertepatan dengan masa nifas, maka shaum mengqadha di lain waktu. Apabila ia ASI ekslusif ia membayar fidyah, lalu bila tidak ASI eklusif ia bisa ikut shaum.

Sedangkan, pendapat ibu hamil ingin tetap ikut shaum, karena ia ingin mendidik janin agar mengenal shaum, menurut saya tanpa mengurangi hormat saya pada yang berpendapat demikian, silahkan saja, asalkan kondisi kesehatan ibu dan janin dinyatakan sehat dan mampu oleh dokter ahli gynaecolognya.

Menurut Al-Qur'an sebenarnya kondisi fisik ibu hamil bertambah-tambah lemah, ditegaskan dalam firman Allah, Q.S. 31 :14.
Sehingga, wajarlah membutuh extra asupan gizi dan perhatian, maka saran saya fidyah saja, jangan memaksakan diri, manfaatkanlah Rukhsah. (By Sasa Esa Agustiana)
Wallahu’alam bishawwab.